Soto merupakan salah satu masakan khas Indonesia yang sangat populer di berbagai daerah. Sejarah panjang soto membuatnya menjadi salah satu warisan kuliner yang patut dijaga. Ragam variannya pun bermacam-macam, tergantung dari daerah asalnya.
Sejarah soto sendiri sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda. Menurut sejarawan kuliner, William Wongso, soto pertama kali diperkenalkan oleh Belanda pada abad ke-18. Namun, soto kemudian diadaptasi dengan cita rasa khas Indonesia sehingga menjadi salah satu makanan favorit di tanah air.
Soto memiliki banyak varian sesuai dengan daerah asalnya. Misalnya, soto Betawi yang terkenal dengan kuah santannya yang kental dan daging sapi sebagai bahan utamanya. Sementara itu, soto Lamongan lebih dikenal dengan kuah beningnya dan tambahan koya sebagai pelengkapnya.
Menurut chef terkenal, Bondan Winarno, variasi soto di Indonesia sangatlah beragam. “Setiap daerah memiliki keunikan tersendiri dalam penyajian soto. Hal ini menjadikan soto sebagai salah satu kekayaan kuliner Indonesia yang patut dijaga,” ujarnya.
Tak hanya itu, soto juga memiliki peran penting dalam budaya Indonesia. Menurut ahli sejarah kuliner, Ratna Sari Dewi, soto seringkali dihidangkan dalam acara-acara penting seperti acara pernikahan, khitanan, atau hari raya. “Soto menjadi simbol kesatuan dan kebersamaan dalam sebuah acara keluarga,” katanya.
Dengan sejarah panjang dan ragam variannya yang beragam, soto memang menjadi salah satu makanan yang tak lekang oleh waktu. Rasanya yang lezat dan keberagaman citarasanya menjadikannya sebagai salah satu warisan kuliner Indonesia yang patut kita banggakan. Jadi, jangan ragu untuk mencoba berbagai varian soto di berbagai daerah!